You are here: Home arrow katalog

www.penerbitcakrawala.com

Bestseler Book

Prodak Laris


Kebangkitan Freemason di Indonesia
Kebangkitan Freemason di Indonesia
Rp59 000
Jejak Freemasin dan Zionis
Jejak Freemasin dan Zionis
Rp49 000
Menggapai Nikmatnya Beribadah
Menggapai Nikmatnya Beribadah
Rp115 000
Hidup Sehat Tanpa Obat
Hidup Sehat Tanpa Obat
Rp105 000
Dunia di Mata Nuim Khaiyat
Dunia di Mata Nuim Khaiyat
Rp57 000
Jangan Takut Hadapi Hidup
Jangan Takut Hadapi Hidup
Rp65 000
Dunia di Mata Nuim Khaiyath E-mail
Article Index
Dunia di Mata Nuim Khaiyath
Page 2
 Buku ini hadir pada momentum yang tepat ketika dunia sedang mengalami pergeseran. Ekonomi negara adidaya Amerika Serikat sedang pingsan berat karena krisis finansial yang hebat dengan seluruh akibatnya ke dalam maupun ke belahan dunia yang lain.
Apakah artinya jika raja kapitalisme mengalami krisis finansial? Bukankah system Finansial dan motif finansial merupakan jantung dan adrenalin kapitalisme?
Ke dalam, dampak krisis itu jelas luar biasa. Raja kapitalisme yang bernama Amerika Serikat itu sebenarnya telah berubah secara fundamental menjadi raja  etatisme karena banyaknya dan besarnya perusahaan swasta yang di-baill out oleh negara.
Dunia pun seperti jungkir balik. Sebab, China yang berada di ujung sistem yang lain sebagai negara komunis, justru kini merupakan negara yang paling kuat secara finansial di dunia. China memiliki likuiditas yang paling hebat dengan cadangan devisa paling besar di muka bumi. Keluar, tidaklah berlebihan bila ada yang mengatakan bahwa dampak krisis finansial yang terjadi di Amerika Serikat kepada dunia hanya dapat diselamatkan oleh China yang komunis. Pernahkah kita membayangkan komunisme menyelamatkan dampak robohnya jantung kapitalisme?
Yang juga berubah ialah untuk pertama kali dalam sejarah seorang kulit hitam menjadi presiden Amerika Serikat. Barack Obama bukan hanya telah menyihir warga Amerika Serikat, tetapi juga warga dunia.
Namun, jangan mudah terperangkap euforia, terperangkap harapan yang berlebihan. Itulah pesan penting yang disampaikan Nuim Khiayath dalam buku ini. Di mata Nuim, misalnya, Obama tidak akan berani melawan Israel. Bahkan, menurut Nuim, Obama nampaknya tidak akan terlalu bersimpati dengan umat Islam.
Di mata Nuim, dunia ini memang lak lekang dari inkonsistensi. Australia adalah contoh negara yang mengharamkan hukuman mati. Tetapi Australia sangat menantikan dan bergembira pelaku bom Bali dihukum mati. Untuk orang lain hukuman mati itu harus dilakukan, tetapi tidak untuk diri sendiri.
Namun yang paling berkesan bagi saya adalah gaya tutur buku ini. Nuim adalah sahabat yang telah berkelana di banyak negeri di mancanegara. Akan tetapi, sahabat saya itu tidak kehilangan kemampuannya bertutur dengan gayanya yang asli, gaya anak Medan.

Di sana sini dalam buku ini sahabat Nuim menghidupkan kembali Khasanah khas Medan, yang sangat kuat dalam penuturan lisan. Nuim  menunjukkan bahwa kosa kata yang khas Medan itu juga sangat kuat bila dipergunakan dalam ragam tulisan. Itulah yang terjadi dengan kata ‘merondokkan’ untuk ‘menyembunyikan’ dan ‘dilantak’ untuk ‘dihajar’ dan banyak lagi kata khas lainnya yang dapat dijumpai dalam buku ini.
Buku inipun diperkaya dengan berbagai ungkapan baik asli Medan maupun asli Inggris. Kiranya tidak berlebihan bila saya mengatakan buku ini merupakan contoh terbaik bagaimana kemampuan penuturan lisan dapat dipindahkan menjadi gaya bertutur melalui tulisan yang enak, mengalir dan jenaka. Sebuah karya story teller yang mengesankan.

Di dalam diri Nuim memang bersemi dua kemampuan jurnalis yaitu dunia lisan maupun tulisan. Is pernah menjadi wakil Pemimpin Redaksi The Deli Times, koran berbahasa Inggris terbitan Medan. Ia pun rajin menulis cerita pendek. Kehebatannya sebagai jurnalis radio menyebabkan ia bisa bolak balik bekerja di BBC dan bertahun-tahun bekerja di Radio Australia hingga sekarang. Kapasitasnya sebagai jurnalis radio itu membuat buku ini hidup, sangat hidup. Kita membaca tapi layaknya seperti kita mendengarkan suaranya mengalun di radio. Surya Paloh (CEO Media Group)


 
< Prev   Next >