www.penerbitcakrawala.com - Ibuku Bidadariku
You are here: Home arrow katalog arrow Fiksi Anak arrow Ibuku Bidadariku

www.penerbitcakrawala.com

Bestseler Book

Prodak Laris

Hidup Sehat Tanpa Obat
Hidup Sehat Tanpa Obat
Rp105 000
Membongkar Rencana Israel Raya
Membongkar Rencana Israel Raya
Rp65 000
Kebangkitan Freemason di Indonesia
Kebangkitan Freemason di Indonesia
Rp59 000
Jejak Freemasin dan Zionis
Jejak Freemasin dan Zionis
Rp49 000
Menggapai Nikmatnya Beribadah
Menggapai Nikmatnya Beribadah
Rp115 000
Jangan Takut Hadapi Hidup
Jangan Takut Hadapi Hidup
Rp65 000
PrintE-mail


Ibuku Bidadariku
Perbesar


Ibuku Bidadariku

Harga per exp/pcs (piece): Rp18 000

Ingin info Lebih Lanjut? Klik di sini

Di loteng rumah Alif, di bawah cahaya rembulan yang terang-benderang itu, terdengarlah Lik Kino bernyanyi:
Terang bulan di pantai Banyuwangi
Berpendar-pendar cahayanya, laut bagai cermin
Mari kawan, bersama membangun negara
Negara kita Republik Indonesia
“Alif… Aliif…!” tiba-tiba terdengar suara panggilan.
“Nah tuh, pasukanmu datang!” kata Lik Kino.
Bergegas Alif turun. Tampak Mamat, Gugun dan Ripin telah menanti di bawah.
“Malam ini terang bulan, ayo kita main di luar!” ajak Gugun.
“Teman-teman sudah menunggu di lapangan,” kata Ripin pula.
“Ya, ya, ayo kita berangkat,” jawab Alif kemudian.
Mereka pun berangkat.
Dalam permainan di lapangan, Alif berusaha serius mengungkapkan tebakannya, “Ada seorang anak berlari-lari di hutan dikejar tiga ekor macan. Untuk menyelamatkan diri, ia memanjat pohon kelapa. Namun setibanya di tengah-tengah,
 ia terkejut karena di pucuk pohon kelapa itu terdapat seekor ular besar yang siap mencaplok. Anak itu bingung. Kalau terus naik, ular itu pasti menelannya, sedangkan bila turun, maka tubuhnya pasti direnyah-renyah oleh tiga ekor macan yang telah menunggu di bawah. Nah, supaya anak itu selamat, bagaimana caranya, hayo?”







You may also be interested in this/these product(s)

Suri Cuku Kakek Dulhak
Suri Cuku Kakek Dulhak
Rp18 000